Narasizone, Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani disorot publik setelah tidak menemui langsung massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.
Massa AMPB datang mendesak DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset sebagai bagian dari agenda pemberantasan korupsi. Puan beralasan memiliki agenda lain dan pimpinan DPR telah membagi tugas untuk menerima aspirasi massa.
Sementara itu, pimpinan DPR lainnya menyatakan siap mengundurkan diri jika RUU Perampasan Aset tidak disahkan tahun ini. Komitmen tersebut bahkan dituangkan dalam kertas yang telah ditandatangani sebagai bentuk keseriusan.
Kondisi ini membuat ketidakhadiran Puan saat massa menyampaikan aspirasi semakin menjadi sorotan. Publik mempertanyakan sejauh mana komitmen Ketua DPR terhadap percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset.
AMPB berharap seluruh pimpinan DPR konsisten dengan komitmen tersebut dan memastikan RUU Perampasan Aset benar-benar disahkan sesuai target.





