Narasizone, Madura – Podcast Bocor Alus Tempo menyoroti dugaan produksi rokok ilegal secara massal di Madura. Dalam laporan investigasinya, aktivitas produksi disebut berlangsung di sejumlah lokasi.
Tempo menyebut terdapat belasan pabrik rokok yang diduga terafiliasi dengan Haji Her atau Khairul Umam dan disebut memproduksi serta mengemas rokok tanpa pita cukai.
Tim Tempo juga mendatangi Desa Kadur, Kabupaten Pamekasan. Di lokasi tersebut, wartawan mengaku melihat langsung aktivitas produksi rokok polos atau rokok tanpa cukai.
Haji Her disebut tidak hanya memproduksi rokok, tetapi juga menyerap tembakau masyarakat Madura. Produksi tembakau Madura pada musim 2026 disebut diperkirakan mencapai sekitar 50.000 ton.
Laporan Tempo turut menyebut adanya jaringan produksi dan afiliasi dengan sejumlah kelompok maupun kerabat. Salah satunya dikaitkan dengan Haji Dulla, sementara jaringan produksi juga disebut berada di luar Madura, termasuk Sulawesi.
Rokok merek Hammer ikut menjadi sorotan. Tempo menyebut petugas Bea Cukai telah mengetahui rokok tersebut sebagai rokok tanpa cukai dan diduga berkaitan dengan Haji Her.
Temuan itu kemudian memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan dan penindakan. Jika produksi rokok polos terus berlangsung, muncul pula gagasan agar produk tersebut dilegalkan melalui mekanisme resmi, sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan dan negara memperoleh penerimaan dari cukai.





