IHSG Terjun Bebas, Akuisisi Tak Wajar Saham Bayan Rp26,1 Triliun oleh Haji Isam Disebut Salah Satu Penyebabnya

IHSG Terjun Bebas, Akuisisi Tak Wajar Saham Bayan Rp26,1 Triliun oleh Haji Isam Disebut Salah Satu Penyebabnya

Narasizone, Jakarta– IHSG anjlok 11,57 persen hingga menyentuh level 5.185,10 pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Penurunan tajam tersebut turut menyeret sejumlah saham berkapitalisasi besar, termasuk saham-saham perbankan, di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi pasar modal Indonesia.

Tekanan terhadap bursa semakin menjadi sorotan setelah penyedia indeks global MSCI mengancam menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Ancaman tersebut berkaitan dengan persoalan transparansi, tata kelola bursa, keterbukaan kepemilikan saham publik, hingga dugaan transaksi terkoordinasi.

Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, turut menyoroti transaksi akuisisi 30,25 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) senilai Rp26,10 triliun oleh PT Jhonlin Baratama milik Haji Isam.

Transaksi pada 7 Oktober 2026 itu menggunakan harga Rp2.588 per saham melalui pasar negosiasi, yang disebut jauh di bawah harga pasar reguler sehingga memunculkan pertanyaan mengenai kewajaran harga dan transparansi transaksi.

Jika Indonesia benar-benar diturunkan statusnya oleh MSCI, kepercayaan investor asing terhadap pasar modal domestik berpotensi tertekan. Kondisi tersebut juga dapat memicu arus keluar modal asing dan memperburuk tekanan terhadap IHSG.

Sorotan kini tertuju pada upaya pembenahan transparansi dan tata kelola bursa agar kredibilitas pasar modal Indonesia tetap terjaga.

PT Narasi Zone