Narasizone, Jakarta – KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi ditetapkan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031.
Di balik kiprahnya sebagai ulama dan tokoh NU, Gus Kikin juga dikenal memiliki aktivitas bisnis di sektor minyak dan gas bumi (migas).
Gus Kikin tercatat sebagai pemilik PT Energi Mineral Langgeng (EML), perusahaan yang menjadi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pengelola Wilayah Kerja (WK) South East Madura Block. Wilayah kerja migas tersebut mencakup kawasan Sumenep dan Situbondo, Jawa Timur.
PT EML menjalankan sejumlah kegiatan hulu migas, mulai dari eksplorasi, pemboran, pengembangan lapangan hingga produksi.
Salah satu aktivitas eksplorasinya berada di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, melalui pemboran sumur eksplorasi ENC-01 dan ENC-02.
South East Madura Block disebut memiliki potensi produksi sekitar 956 juta barel minyak (MMBO) dan 1,5 triliun kaki kubik (TCF) gas. Aktivitas pemboran di wilayah tersebut juga disebut masih berlangsung hingga 2026.
Dengan latar belakang sebagai ulama, tokoh NU sekaligus pengusaha migas, Gus Kikin kini menghadapi tantangan baru memimpin PBNU untuk periode lima tahun ke depan.





