Anggota BPK Bobby Adhityo Rizaldi Diperiksa KPK, Ini Profil dan Harta Kekayaannya

Anggota BPK Bobby Adhityo Rizaldi Diperiksa KPK, Ini Profil dan Harta Kekayaannya

Narasizone, Jakarta – Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Bobby Adhityo Rizaldi menjadi sorotan setelah namanya didalami Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penyidikan dugaan suap pengondisian hasil audit BPK terhadap Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Hingga kini, status Bobby masih sebagai pihak yang didalami.

Bobby Adhityo Rizaldi lahir di Jakarta pada 25 Februari 1974. Ia menjabat sebagai Anggota V BPK RI periode 2024-2029 setelah sebelumnya berkiprah sebagai politisi Partai Golkar dan anggota DPR RI selama tiga periode.

Pendidikan Bobby dimulai di Universitas Trisakti jurusan Akuntansi, kemudian melanjutkan Master of Business Administration (MBA) di Cleveland State University, Amerika Serikat. Pada 2022, ia juga menempuh pendidikan doktoral di Universitas Pertahanan (Unhan) RI.

Selain pendidikan formal, Bobby memiliki sejumlah sertifikasi profesional, di antaranya Akuntan (Ak.), Chartered Accountant (CA), Certified Fraud Examiner (CFE), dan Certified State Finance Auditor (CSFA).

Sebelum terjun ke politik, Bobby berkarier di sejumlah perusahaan dan lembaga, seperti KPMG Hanadi Sujendro & Rekan, Robert Half Inc., Deloitte Touche Tohmatsu, ConocoPhillips Indonesia, hingga BP Migas.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2025 yang disampaikan pada 10 Maret 2026, Bobby memiliki total kekayaan bersih sebesar Rp27.292.630.646 setelah dikurangi utang sebesar Rp548,3 juta.

Sebagian besar hartanya berasal dari aset tanah dan bangunan senilai Rp20,37 miliar yang tersebar di Jakarta Selatan, Ogan Komering Ilir, Prabumulih, Tangerang Selatan, Bogor, dan Malang. Nilai properti terbesar berada di Jakarta Selatan.

Selain properti, Bobby juga memiliki kendaraan senilai Rp2,98 miliar yang terdiri dari Toyota Land Cruiser 2019, Toyota Alphard 2023, dan Porsche Macan 2016. Ia juga melaporkan harta bergerak lainnya Rp80 juta serta kas dan setara kas sebesar Rp4,41 miliar.

PT Narasi Zone