Narasizone, Jakarta – Pihak keluarga Sutrimo mengungkapkan bahwa almarhum disebut sempat dijanjikan sebuah mobil sebelum meninggal dunia. Informasi tersebut disampaikan keluarga sebagai bagian dari keterangan yang mereka sampaikan kepada media.
Selain itu, keluarga juga menyebut jenazah Sutrimo tiba di rumah duka pada malam hari menggunakan ambulans yang didampingi tiga orang. Dua di antaranya disebut berperawakan seperti anggota TNI. Setibanya di rumah, jenazah langsung diserahkan kepada keluarga dalam kondisi telah dimandikan dan dikafani.
Keluarga mengaku hanya diberi kesempatan melihat wajah almarhum sebelum proses pemakaman berlangsung. Hingga pemakaman selesai, mereka juga menyatakan barang-barang pribadi milik Sutrimo, seperti telepon genggam, dompet, kartu ATM, dan pakaian, belum diserahkan kepada pihak keluarga.
Sementara itu, mantan karyawan Klinik Mordent, Agus, mengatakan Sutrimo pernah bekerja di klinik tersebut selama sekitar dua tahun dan tinggal di lokasi tersebut. Menurutnya, klinik itu diketahui merupakan milik Febrie Adriansyah, namun sudah tidak lagi beroperasi sekitar lima tahun terakhir.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Febrie Adriansyah terkait keterangan yang disampaikan pihak keluarga. Adapun informasi mengenai dugaan janji pemberian mobil maupun dugaan perselisihan terkait proyek batu bara masih belum dapat diverifikasi secara independen.





