Narasizone, Jakarta – Pernyataan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad soal terkumpulnya dana Rp201 miliar dalam waktu hanya 10 menit pada peluncuran program Dana Bantuan Abadi LPSK menuai perhatian publik.
Dalam acara yang digelar di Hotel Tribrata, Jakarta Selatan, Jumat (7/8), Dasco menyebut dirinya berhasil menggalang dana sebesar Rp201 miliar atau sekitar 20 persen dari target Rp1 triliun.
Namun, klaim tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di media sosial mengenai bagaimana angka tersebut dihitung dan siapa saja pihak yang memberikan komitmen dana.
Sejumlah pengguna Instagram meminta adanya penjelasan dan bukti yang lebih transparan. Akun Ogi, misalnya, mempertanyakan klaim tersebut secara langsung dengan menulis, “Bener gak sih omongannya Dasco, buktinya mana?”
Pertanyaan serupa disampaikan akun Achmadalhakim. Ia menilai transparansi diperlukan bukan karena tidak menghargai program tersebut, melainkan agar publik mengetahui sumber dan mekanisme pengumpulan dana.
“Perlu gak sih pak untuk transparansi 201 M dalam 10 menit, bukan gak terimakasih ya, tapi yaaa agak gimana aja kalau ada gitu pengen tau sih,” tulisnya.
Di sisi lain, Dasco sebelumnya menyatakan bahwa target Rp1 triliun masih membutuhkan dukungan banyak pihak. Ia menilai LPSK perlu menyiapkan program sosialisasi agar semakin banyak pihak mengetahui dan ikut mendukung Dana Bantuan Abadi tersebut.
Kini, sorotan publik tidak hanya tertuju pada besarnya angka Rp201 miliar, tetapi juga pada transparansi klaim tersebut. Publik mempertanyakan apakah Rp201 miliar itu merupakan dana yang telah masuk, komitmen donasi, atau bentuk dukungan lainnya.





