Narasizone, Jakarta – Saldo Rp80,9 juta milik aktivis Pati, Supriyono alias Botok, menjadi sorotan setelah rekening Bank Mandiri miliknya disebut tidak dapat diakses melalui aplikasi Livin’ by Mandiri.
Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) itu memperlihatkan kondisi rekeningnya dalam video yang beredar. Pada aplikasi Livin’ by Mandiri terlihat saldo sebesar Rp80.935.479, namun dana tersebut tidak dapat digunakan karena rekening disebut dalam kondisi terblokir.
Kondisi itu terjadi setelah Supriyono datang dari Pati, Jawa Tengah, untuk mengikuti aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Persoalan tersebut kemudian memicu reaksi publik di media sosial hingga muncul seruan boikot terhadap Bank Mandiri. Bank Mandiri pun menyampaikan permintaan maaf melalui kolom komentar akun Instagram resminya pada Minggu (23/8/2026).
Bank Mandiri menjelaskan, pemblokiran rekening dilakukan sebagai tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah sesuai dengan prosedur serta ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, PPATK memastikan tidak pernah mengajukan pemblokiran terhadap rekening Supriyono. Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menyebut pihaknya telah melakukan pengecekan dan tidak menemukan adanya tindakan pemblokiran dari PPATK.
Dengan adanya penjelasan Bank Mandiri tersebut, pemblokiran rekening Supriyono disebut berkaitan dengan permintaan aparat penegak hukum, sementara saldo Rp80,9 juta yang terlihat di Livin’ by Mandiri tidak dapat diakses oleh pemilik rekening.




