Aktivis Soroti Dugaan Keterlibatan Norman Joesoef Terkait Isu Mafia Pengadaan Alutsista di Kemenhan

Aktivis Soroti Dugaan Keterlibatan Norman Joesoef Terkait Isu Mafia Pengadaan Alutsista di Kemenhan

Narasizone, Jakarta – Aktivis Barisan Oposisi Indonesia (BOI) Andi Yusuf Gufrang menyoroti dugaan keterlibatan nama Norman Joesoef dalam isu mafia pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) di Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Sorotan tersebut muncul setelah BOI mempertanyakan dugaan dominasi PT Republik Korpora Indonesia (Republikorp), perusahaan yang disebut milik Norman Joesoef, dalam sejumlah proyek pengadaan alutsista di lingkungan Kemhan.

Gufrang menilai besarnya nilai proyek yang disebut mencapai 2,45 miliar dolar AS perlu menjadi perhatian publik. Menurutnya, pemerintah harus memastikan proses pengadaan berjalan transparan dan tidak terpusat pada satu perusahaan.

Ia juga menyinggung nama Norman Joesoef yang sebelumnya dikaitkan dengan rencana pengadaan pesawat tempur Mirage 2000-5. Rencana tersebut pada akhirnya dibatalkan oleh Kemhan.

“Saya kira publik perlu memberi atensi terhadap perusahaan Republikorp milik Norman Joesoef ini. Banyak rekam jejak kurang baik tetapi malah ditunjuk sebagai vendor pengadaan proyek Kemhan. Jumlahnya bahkan sangat signifikan, hampir 30 persen dari nilai total proyek. Ini jelas monopoli,” tegas Gufrang.

Menurut Gufrang, persoalan pengadaan alutsista tidak boleh berorientasi pada keuntungan semata. Ia meminta Presiden Prabowo Subianto turun tangan memastikan sistem pertahanan nasional tidak dirusak oleh praktik mafia pengadaan.

“Saya kira Presiden Prabowo pasti akan menunjukkan komitmen dalam melawan mafia alutsista. Presiden Prabowo tentu tidak akan membiarkan sistem persenjataan dan pertahanan negara bobrok dan rusak karena keberadaan mafia alutsista,” pungkasnya.

PT Narasi Zone