Narasizone Daerah Trenggalek – Proyek pengadaan pintu air dan aktuator pembangunan Bendung Tugu di Kabupaten Trenggalek menjadi sorotan. Pasalnya, muncul dugaan adanya perbedaan harga yang cukup besar dalam pengadaan delapan unit pintu air.
Berdasarkan pagu sekitar Rp3,14 miliar atau sekitar Rp392 juta untuk setiap unit. Pemenang pengadaan, Cipta Prakarsa Mandiri, tercatat mengajukan harga kontrak sekitar Rp3,138 miliar.
Sorotan muncul karena terdapat pembanding harga untuk spesifikasi pintu air yang disebut berada di kisaran Rp198 juta per unit. Jika menggunakan angka pembanding tersebut, terdapat selisih yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah untuk setiap unit.
Selain persoalan harga, proses negosiasi dalam mekanisme e-purchasing juga menjadi perhatian. Pemberitaan tersebut menyebut nilai kontrak hanya berbeda tipis dengan nilai yang tercatat pada etalase penyedia.
Namun, dugaan mark-up tersebut dibantah oleh PPK Pengadaan Pintu Air dan Aktuator Bendung Tugu, Agung Purnayudha. Ia menjelaskan bahwa perbedaan harga dipengaruhi oleh spesifikasi serta sistem teknologi yang digunakan.
Menurut Agung, produk yang digunakan dalam proyek tersebut telah memakai sistem otomatisasi dan komponen elektrikal. Karena itu, ia menyebut harganya tidak bisa disamakan dengan produk pembanding yang menggunakan sistem manual. ujarnya Senin (28/9/2026)
Agung juga menegaskan bahwa proses pengadaan telah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Ia menyatakan harga yang digunakan telah mengacu pada sistem Inaproc.
Perbedaan nilai tersebut kini menjadi perhatian karena proyek menggunakan anggaran negara dalam jumlah miliaran rupiah. Publik tentu membutuhkan penjelasan terbuka mengenai dasar penetapan harga dan spesifikasi barang yang dibeli.
Terlebih, adanya harga pembanding yang jauh lebih rendah membuat masyarakat mempertanyakan bagaimana proses perhitungan harga dilakukan. Perbedaan tersebut perlu dijelaskan secara rinci agar tidak menimbulkan persepsi adanya pemborosan anggaran.
Pihak terkait juga diharapkan membuka informasi mengenai spesifikasi lengkap delapan unit pintu air beserta aktuator yang dibeli. Dengan begitu, masyarakat dapat mengetahui apakah perbedaan harga memang disebabkan oleh teknologi, material, kapasitas, maupun komponen tambahan lainnya.
Hingga berita ini ditulis, Dugaan Mark-Up Pengadaan Pintu Air Bendung Tugu Trenggalek belum menemukan titik terang.





