Gus Yahya Resmi Maju Lagi, Bursa Calon Ketua Umum PBNU di Muktamar NU 2026 Makin Memanas

Gus Yahya Resmi Maju Lagi, Bursa Calon Ketua Umum PBNU di Muktamar NU 2026 Makin Memanas

Narasizone Daerah – Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026 dipastikan akan menjadi momentum penting bagi arah perjalanan organisasi ke depan. Sejumlah tokoh mulai menyatakan kesiapan untuk mengikuti bursa pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Petahana Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, telah memastikan kembali maju sebagai calon ketua umum. Keputusan tersebut diambil dengan tekad untuk melanjutkan sekaligus menyelesaikan berbagai program strategis yang telah dimulai pada masa kepemimpinannya.

Menurut Gus Yahya, periode pertama memberikan banyak pengalaman dalam mengelola organisasi terbesar di Indonesia tersebut. Ia menilai fondasi yang telah dibangun selama ini perlu diteruskan agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh seluruh struktur Nahdlatul Ulama.

Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian Gus Yahya adalah transformasi digital tata kelola organisasi. Program tersebut dirancang untuk memperkuat sistem administrasi, pelayanan, dan koordinasi antarjenjang kepengurusan agar lebih efektif, transparan, dan terintegrasi.

Ia mengungkapkan bahwa sistem digital PBNU kini telah diterapkan hingga tingkat cabang, bahkan mulai menjangkau Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) di berbagai daerah. Hingga saat ini, sekitar 900 MWC telah bergabung ke dalam sistem dari total lebih dari 7.000 MWC yang ada di seluruh Indonesia.

Meski demikian, perjalanan menuju Muktamar diperkirakan berlangsung kompetitif. Sejumlah nama tokoh Nahdlatul Ulama mulai bermunculan dan disebut-sebut memiliki peluang untuk ikut bertarung memperebutkan posisi Ketua Umum PBNU.

Di antara nama yang mencuat adalah Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa dan Pengasuh Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salaf Tegalrejo Magelang KH Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf. Keduanya dinilai memiliki pengalaman panjang dalam lingkungan organisasi maupun pesantren.

Selain itu, Menteri Agama KH Nasaruddin Umar juga masuk dalam daftar tokoh yang ramai diperbincangkan. Bersama Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, keduanya dianggap memiliki kapasitas dan rekam jejak yang diperhitungkan dalam kepemimpinan organisasi keagamaan.

Nama lain yang turut disebut adalah Pengasuh Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), serta mantan Ketua Umum PB PMII Gus Hery Haryanto Azumi. Kehadiran sejumlah tokoh tersebut menunjukkan bahwa dinamika Muktamar Ke-35 NU diprediksi akan berlangsung menarik.

Dengan banyaknya figur yang berpotensi maju, Muktamar Ke-35 NU tidak hanya menjadi ajang memilih pemimpin baru, tetapi juga momentum menentukan arah kebijakan dan strategi organisasi dalam menghadapi tantangan zaman. Siapa pun yang nantinya terpilih diharapkan mampu menjaga persatuan warga Nahdlatul Ulama sekaligus melanjutkan penguatan peran NU dalam kehidupan keagamaan, kebangsaan, dan kemasyarakatan.

 

Redaksi : Ahmad Basori

PT Narasi Zone