Narasizone, Kalteng – Pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah dalam rapat Zoom menuai sorotan setelah video pernyataannya beredar luas di media sosial.
Di tengah kabut asap karhutla yang semakin pekat, ia disebut tetap mempertahankan kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Dalam rapat tersebut, ia mempertanyakan dampak jika sekolah diliburkan. Menurutnya, kebijakan itu bisa membuat kantin sekolah berhenti beroperasi hingga dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) ikut terdampak.
Ia juga mengkhawatirkan siswa yang dipulangkan justru menghabiskan waktu di luar rumah, seperti nongkrong di kafe, sehingga berpotensi menimbulkan persoalan baru.
Pernyataan itu langsung memicu kritik. Pasalnya, kualitas udara di sejumlah wilayah Kalteng dilaporkan memburuk akibat asap karhutla, sementara sejumlah siswa disebut mengalami keluhan seperti sesak napas.
Di tengah kondisi tersebut, publik pun mempertanyakan apakah pertimbangan operasional sekolah dan keberlangsungan program MBG layak menjadi alasan untuk tetap mempertahankan aktivitas belajar ketika kesehatan siswa mulai terdampak.





