Kader Muda NU Warning Terkait Cawe-Cawe Istana di Muktamar PBNU, Bukan Ruang Kepentingan Kekuasaan

Kader Muda NU Warning Terkait Cawe-Cawe Istana di Muktamar PBNU, Bukan Ruang Kepentingan Kekuasaan

Narasizone Jakarta, – Keterlibatan pihak Istana dalam proses Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) menjadi sorotan. Kader Muda NU Muhammad Syaefiddin Suryanto menilai forum tertinggi NU harus tetap berjalan berdasarkan konstitusi organisasi, tata tertib, serta mekanisme internal yang sah.

Syaefiddin menegaskan, Muktamar harus menjadi ruang bagi para muktamirin untuk menentukan masa depan organisasi melalui musyawarah yang bebas dari tekanan maupun kepentingan eksternal.

“Apabila terdapat upaya menggunakan pengaruh atau instrumen kekuasaan untuk mengarahkan proses Muktamar, maka hal tersebut patut dipandang sebagai persoalan serius terhadap independensi dan legitimasi keputusan organisasi,” kata Syaefiddin.

Ia juga mengingatkan agar kedekatan NU dengan pemerintah tidak berubah menjadi subordinasi terhadap kekuasaan. “Kedekatan NU dengan kekuasaan tidak boleh bertransformasi menjadi subordinasi NU terhadap kekuasaan,” ujarnya.

Menurutnya, negara bukan merupakan organ internal NU sehingga kekuasaan negara tidak memiliki legitimasi untuk menentukan arah internal organisasi di luar batas kewenangannya.

“Siapa pun yang mencoba membawa kepentingan kekuasaan ke dalam ruang Muktamar harus memahami batas antara relasi kebangsaan dan intervensi terhadap kedaulatan organisasi,” tegasnya.

Ia pun menutup dengan penegasan bahwa forum tersebut harus tetap menjaga kemandirian organisasi. “Muktamar NU harus tetap menjadi Muktamar Nahdlatul Ulama, bukan Muktamar Istana,” pungkasnya.

PT Narasi Zone