KPK Bongkar Kasus Suap Muara Enim, Eks Pj Bupati hingga Orang Dekat Edison Diperiksa

KPK Bongkar Kasus Suap Muara Enim, Eks Pj Bupati hingga Orang Dekat Edison Diperiksa

Narasizone, Muara – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi yang menyeret Bupati Muara Enim nonaktif, Edison. Terbaru, KPK memanggil mantan Penjabat (Pj) Bupati Muara Enim, Henky Putrawan, untuk diperiksa sebagai saksi, Kamis (27/8/2026).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut pemeriksaan dilakukan terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa serta penerimaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim tahun anggaran 2025–2026. “Hari ini KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi-saksi dalam dugaan TPK pengadaan barang dan jasa dan/atau penerimaan lainnya di lingkungan Pemkab Muara Enim,” kata Budi.

Selain Henky, penyidik juga memanggil ajudan Edison, Angga Arista. Sejumlah saksi lain yang diperiksa yakni Marsiliya Andrika, Emran Tabrani, Rusdi Hairullah, dan Alamson. Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK.

Dalam perkara dugaan suap pengadaan barang dan jasa, KPK telah menetapkan empat tersangka, yakni Edison selaku Bupati Muara Enim, Abi Nurwardani selaku Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Adi Triyadi selaku keponakan Edison, serta Cory Erin Hardi selaku marketing PT Millenium Solusi Abadi.

KPK menduga Edison menerima uang sebesar Rp500 juta dari Cory Erin Hardi melalui Abi Nurwardani. Uang tersebut diduga berkaitan dengan upaya menjaga hubungan dengan pihak perusahaan yang sebelumnya memperoleh proyek pengadaan smart board di lingkungan Pemkab Muara Enim. Penyidik juga menyita uang sekitar Rp1,9 miliar dalam perkara tersebut.

Pengusutan kemudian berkembang ke dugaan suap dalam pemeriksaan BPK. Dalam perkara ini, KPK juga menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka, termasuk Edison, Cory Erin Hardi, Fika selaku Direktur PT Millenium Solusi Abadi, Titin Rita Lestari selaku Pengendali Teknis, serta Angga dari pihak swasta.

KPK menduga terdapat permintaan uang sekitar Rp1,6 miliar untuk memengaruhi hasil pemeriksaan atau audit terhadap Pemkab Muara Enim. Penyidikan masih terus dilakukan untuk menelusuri aliran dana serta hubungan antara pihak pemerintah daerah, rekanan, dan pihak pemeriksa.

Pemanggilan Henky Putrawan dan sejumlah saksi lainnya menjadi bagian dari upaya KPK mengungkap lebih jauh rangkaian dugaan korupsi tersebut. KPK masih mendalami peran masing-masing pihak serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

PT Narasi Zone