Narasizone, Jakarta – Pihak HRD PT BlueRay Cargo, Viny Liverie Lie, mengaku menyiapkan 13 amplop yang diperuntukkan bagi oknum di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Pengakuan itu disampaikan saat bersaksi dalam sidang dugaan korupsi importasi di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2026).
Dalam persidangan, hakim mengonfirmasi jumlah amplop yang disiapkan berdasarkan arahan pemilik PT BlueRay Cargo, John Field.
“Iya,” jawab Viny saat ditanya apakah ia menyiapkan 13 amplop untuk pihak Bea Cukai.
Viny menjelaskan seluruh amplop tersebut ditujukan kepada pihak yang diberi kode sebagai “sales 2”, yang menurut arahan John Field merujuk pada Bea Cukai.
“Dari Pak John semuanya Bea Cukai, kode 2,” ujar Viny di hadapan majelis hakim.
Hakim kemudian menanyakan nilai terbesar yang terdapat dalam salah satu amplop tersebut. Viny mengungkapkan ada amplop berisi uang sebesar Rp5 miliar.
“Ada, Rp5 miliar,” kata Viny saat menjawab pertanyaan hakim mengenai nominal terbesar dalam amplop.
Saat diminta menjelaskan kode penerima uang tersebut, Viny menyebut amplop senilai Rp5 miliar itu diberi kode “D”. Namun, ia mengaku tidak mengetahui identitas penerima sebenarnya.
“Saya tidak tahu. Karena dari Pak John, pas ngasih kode-kode tersebut, dia suruh saya tulisnya BC,” ujarnya.
Viny juga mengatakan pemberian uang dengan kode “D” berlangsung hingga Desember 2025 dan tidak lagi dilakukan pada Januari 2026. Sementara itu, dalam perkara ini tiga pejabat Bea Cukai didakwa menerima suap dan gratifikasi dengan total nilai sekitar Rp78,8 miliar yang diduga berkaitan dengan pengurusan importasi.





