Narasizone, Bone – Ketua DPRD Kabupaten Bone, Andi Tenri Walinonong, yang merupakan politikus Partai Gerindra, menjadi sorotan setelah dilaporkan ke Polres Bone atas dugaan penganiayaan terhadap seorang pegawai Sekretariat DPRD Bone.
Peristiwa yang disebut terjadi di area kantin DPRD itu memicu perhatian karena melibatkan seorang pejabat publik yang menjabat sebagai pimpinan lembaga legislatif daerah.
Laporan tersebut diajukan oleh Yuli Novita Sari (29), tenaga PPPK Paruh Waktu pada Bagian Umum Sekretariat DPRD Bone. Laporannya telah diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bone dengan Nomor LP/450/VII/2026/SPKT/RES BONE tertanggal 22 Juli 2026.
Menurut Yuli, kejadian bermula saat dirinya menjalankan tugas menyiapkan konsumsi tamu. ia dipanggil untuk menemui Ketua DPRD.
Setibanya di lokasi, ia mengaku wajahnya diduga langsung dilumuri kue, disiram air dari botol minuman, lalu botol tersebut dilempar ke arahnya.
“kue yang tadi langsung dilumuri ke wajah saya, terus disiram air botol lalu dilempar pakai botol itu,” ujar Yuli.
Yuli mengaku peristiwa tersebut disaksikan sejumlah pegawai sehingga membuatnya merasa dipermalukan. Atas kejadian itu, ia memilih menempuh jalur hukum agar kasus tersebut diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasus ini turut menuai kritik karena dugaan tindakan tersebut dinilai tidak mencerminkan sikap yang semestinya ditunjukkan oleh seorang pejabat publik, terlebih seorang Ketua DPRD yang memiliki tanggung jawab menjaga etika, keteladanan, dan marwah lembaga yang dipimpinnya.
Polres Bone telah menerima laporan tersebut dan akan memulai proses penyelidikan dengan meminta keterangan dari pelapor, para saksi, serta pihak yang dilaporkan sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Andi Tenri Walinonong belum memberikan tanggapan atau pernyataan resmi terkait laporan dugaan penganiayaan yang dialamatkan kepadanya.





