Narasizone, Jakarta – Inisiator PKB EcoGen Nadya Alfi Roihana meminta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tidak hanya tampil ketika karhutla terjadi untuk memadamkan api.
Nadya bahkan menyindir gaya penanganan tersebut dengan menyebut Menhut jangan sekadar “cosplay damkar”. Menurutnya, masyarakat membutuhkan pembenahan tata kelola hutan, bukan hanya aksi pemadaman.
Ia menilai karhutla yang terus berulang menunjukkan masih adanya persoalan di tingkat pencegahan. Padahal, pemerintah disebut sudah mengetahui kawasan rawan, titik yang berulang terbakar, hingga faktor penyebab kebakaran.
Karena itu, Nadya mendorong Kementerian Kehutanan mengevaluasi kawasan konsesi yang berulang kali terbakar. Perusahaan atau pengelola yang memperoleh manfaat ekonomi dari kawasan tersebut, menurutnya, juga harus memiliki tanggung jawab menjaga dan memulihkan kawasan.
Nadya menegaskan keberhasilan penanganan karhutla tidak cukup diukur dari cepatnya api dipadamkan atau banyaknya pelaku yang ditangkap. Ukuran utamanya adalah apakah pemerintah mampu menekan frekuensi dan luas kebakaran dari tahun ke tahun.





