Narasizone – Kasus kematian seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bangkalan berinisial RYS (50) di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, masih menyisakan sejumlah misteri. Salah satu teka-teki utama dalam perkara tersebut adalah sosok pria bertopi hitam yang terekam berada bersama korban sebelum mobil dinas korban memasuki area parkir bandara.Hingga kini, identitas dan keberadaan pria bertopi hitam tersebut belum diketahui secara pasti. Sosok tersebut terlihat dalam rekaman CCTV berada di kursi pengemudi mobil yang digunakan korban. Ia juga tampak mengambil tiket parkir saat kendaraan memasuki area parkir Bandara Juanda, sementara korban berada di kursi penumpang depan.
Keberadaan pria tersebut menjadi perhatian karena korban kemudian ditemukan meninggal dunia di dalam mobil yang sama pada Rabu, 24 Juni 2026. Sebelumnya, mobil dinas Toyota Innova berpelat nomor merah itu tercatat memasuki area parkir Terminal 1 Bandara Juanda pada Sabtu, 20 Juni 2026 sekitar pukul 16.00 WIB.
Rentang waktu antara komunikasi terakhir korban dengan keluarga hingga penemuan jenazah menjadi bagian penting dalam penyelidikan. Pada Sabtu pagi, korban masih berkomunikasi dengan suaminya. Namun, setelah itu nomor teleponnya tidak lagi dapat dihubungi. Empat hari kemudian, korban ditemukan meninggal dunia setelah petugas menerima laporan mengenai aroma menyengat dari dalam mobil.
Kecurigaan terhadap kematian korban semakin menguat setelah pemeriksaan luar jenazah menemukan sejumlah tanda kekerasan. Di antaranya luka robek pada cuping telinga kiri yang diduga akibat benda tumpul, pelebaran pembuluh darah pada selaput lendir kelopak mata, serta perubahan warna kebiruan pada selaput lendir mata.
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, menyebut hasil pemeriksaan luar mengarah pada dugaan korban mengalami mati lemas. “Hasil pemeriksaan luar disebutkan di situ korban mati lemas yang disebabkan banyak hal, bisa dibekap, ada kekerasan benda tumpul yang diduga dipukul dengan tangan hingga anting di telinga kiri hilang,” kata Risang.
Selain temuan luka, hilangnya perhiasan korban juga menjadi bagian yang tengah didalami. Dalam komunikasi terakhir dengan keluarga, korban masih terlihat mengenakan kalung dan gelang. Namun, ketika jenazah ditemukan, sejumlah perhiasan tersebut sudah tidak ada.
Kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi, menelusuri rekaman CCTV, serta menganalisis bukti-bukti forensik dan digital. “Masih dalam penyelidikan,” kata Kasi Humas Polresta Sidoarjo AKP Tri Novi Handono.
Sampai saat ini, sosok pria bertopi hitam yang terlihat bersama korban belum berhasil diidentifikasi secara pasti. Belum diketahui apakah pria tersebut memiliki hubungan dengan korban, sekadar mengantar korban, atau memiliki keterkaitan dengan peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Penyidik masih berupaya menelusuri rekaman CCTV dari berbagai titik untuk mengetahui pergerakan kendaraan dan orang-orang yang berada di sekitar korban. Keterangan saksi serta bukti digital juga diharapkan dapat membantu mengungkap identitas sosok misterius tersebut.
Keberadaan pria bertopi hitam kini menjadi salah satu kunci penting dalam mengungkap misteri kematian ASN Bangkalan. Namun, seluruh dugaan masih harus dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan berdasarkan alat bukti yang sah.
Hingga kini, kasus tersebut masih menyisakan pertanyaan besar: siapa pria bertopi hitam yang terakhir terlihat bersama korban, ke mana ia pergi setelah mobil memasuki area parkir Bandara Juanda, dan apa yang sebenarnya terjadi selama empat hari sebelum korban ditemukan meninggal dunia?





