Narasizone, Jombang – Proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Jombang di Desa Tunggorono masih menyisakan sejumlah pekerjaan fisik. Kondisi tersebut ditemukan saat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit kinerja proyek pada Kamis (20/8).
Kepala Dinas Sosial Jombang Agung Hariadi mengatakan, pihaknya turut mendampingi proses audit sekaligus memantau perkembangan pembangunan. Menurutnya, masih terdapat beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan kontraktor.
Pekerjaan yang belum rampung antara lain pembangunan dua rusun guru, pemasangan paving di area keliling, serta penyelesaian gedung sekolah untuk jenjang SMP dan SMA. Selain itu, direksi keet proyek juga masih dalam proses pembongkaran.
Agung menyebut gedung SMP dan SMA sebenarnya ditargetkan mulai digunakan siswa pada pekan ini. Namun, target tersebut belum dapat direalisasikan karena aktivitas pekerja dan penggunaan scaffolding masih berlangsung di dalam maupun sekitar bangunan.
Sebelumnya, kegiatan belajar mengajar SR Terintegrasi 1 Jombang telah dimulai sejak Kamis (30/7), bertepatan dengan pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Karena pembangunan belum sepenuhnya selesai, siswa sementara masih belajar di gedung SD.
Pemerintah sebelumnya telah memberikan perpanjangan kontrak kepada kontraktor hingga 8 Agustus untuk menuntaskan pekerjaan. Namun, sejumlah pekerjaan masih tersisa sehingga kembali diberikan tambahan waktu hingga 31 Agustus.
Proyek SR Terintegrasi tersebut dikerjakan PT Waskita Karya dengan nilai kontrak Rp1,165 triliun untuk pembangunan di lima daerah, yakni Gresik, Surabaya, Jombang, Sampang, dan Tuban.





