Narasizone, Madura – Madura tak hanya dikenal dengan kekayaan budaya dan kulinernya. Di tengah perkembangan ekonomi digital, daerah ini juga melahirkan pelaku usaha muda yang mampu memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan bisnis. Salah satunya Nur Hayati, S.Pd, sosok di balik brand IN Light dan akun media sosial @hayatinurp_.
Di usia 26 tahun, Nur Hayati telah mengembangkan sejumlah lini usaha, mulai dari IN Light Beauty yang bergerak di bidang skincare dan body care, Amanah Digital Printing di bidang percetakan, hingga Tameeclothing di bidang fesyen.
Saat ini, salah satu fokusnya adalah mengembangkan IN Light Beauty dengan menghadirkan berbagai produk perawatan kulit dan tubuh, seperti facial cleanser, moisturizer, serum, body lotion, body serum hingga produk dekoratif. Produk tersebut dipasarkan melalui berbagai platform digital dan marketplace.
Menurut Nur Hayati, membangun bisnis tidak cukup hanya dengan menghadirkan produk. Pelaku usaha harus terlebih dahulu memahami kebutuhan pasar dan karakter konsumen yang menjadi target.
“Sebelum memulai bisnis, kita harus membaca kebutuhan pasar terlebih dahulu. Setelah itu menentukan target konsumen dan menyesuaikannya dengan kemampuan modal yang kita punya,” ujar Nur Hayati.
Dalam mengembangkan IN Light Beauty, strategi digital menjadi salah satu kunci. Promosi dilakukan melalui media sosial, marketplace, kolaborasi dengan Key Opinion Leader (KOL), serta membuka peluang kemitraan bagi masyarakat yang ingin terjun ke bisnis kecantikan.
Nur Hayati mengatakan, masukan dari konsumen juga menjadi bagian penting dalam perjalanan bisnisnya. Ulasan dan pengalaman pembeli digunakan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas produk maupun pelayanan.
“Kami tidak hanya melihat penjualan, tetapi juga mendengarkan masukan dari konsumen. Dari sana kami bisa mengetahui apa yang perlu diperbaiki dan dikembangkan,” katanya.
Melalui sistem kemitraan, IN Light Beauty juga berupaya membuka peluang bagi masyarakat untuk ikut mengembangkan bisnis. Berbagai bentuk apresiasi dan reward diberikan kepada mitra berdasarkan pencapaian mereka.
Bagi Nur Hayati, perjalanan membangun bisnis dari Madura ke pasar digital menjadi bukti bahwa peluang usaha dapat berkembang lebih luas ketika dibarengi dengan kemampuan membaca pasar, konsistensi dan pemanfaatan teknologi.
“Bisnis bukan hanya soal menjual produk, tetapi bagaimana membangun kepercayaan dan menciptakan peluang agar semakin banyak orang bisa ikut berkembang,” pungkasnya.





