Narasizone, Jakarta – Nama Budiman Sudjatmiko kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan dugaan penipuan terkait tawaran posisi sebagai tenaga ahli di Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin).
Dugaan tersebut berawal dari pengakuan Irwan Adriansyah Wijaya yang menyebut telah mengeluarkan uang Rp226,3 juta karena dijanjikan memperoleh posisi di BP Taskin. Namun, jabatan yang dijanjikan tidak kunjung diberikan hingga perkara tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Persoalan ini kemudian dikomentari pegiat media sosial Herwin Sudikta. Ia menyoroti posisi Budiman sebagai pimpinan BP Taskin sekaligus mengkritik kiprah lembaga tersebut.
“Budiman Sudjatmiko setelah sukses menjilat Prabowo dengan diangkat jadi Kepala BP Taskin,” ujar Herwin kepada fajar.co.id, Kamis (13/8/2026).
Herwin menilai BP Taskin belum banyak terdengar di tengah masyarakat. Ia mempertanyakan keberadaan serta kinerja lembaga yang dipimpin mantan aktivis tersebut.
“Namanya sekarang bagaikan desiran angin sepoi-sepoi, lebih sering nggak kedengeran dibanding kedengeran,” ucapnya.
Menurut Herwin, munculnya laporan mengenai uang ratusan juta untuk memperoleh posisi di BP Taskin semakin menambah sorotan terhadap lembaga tersebut.
“Sekarang muncul lagi isu jual-beli jabatan yang melibatkan orang-orang di lingkarannya,” beber Herwin.
Meski demikian, laporan tersebut masih berupa dugaan berdasarkan keterangan pihak pelapor. Belum ada bukti hukum yang menyatakan Budiman Sudjatmiko terlibat dalam dugaan penipuan maupun jual-beli jabatan tersebut. Proses hukum diharapkan dapat mengungkap fakta sebenarnya.





