Narasizone, Jakarta – Jabatan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo disebut tengah menjadi sorotan di tengah polemik penanganan kasus hukum yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.
Isu tersebut mencuat setelah muncul klaim adanya evaluasi terhadap langkah Polri dalam penanganan perkara tersebut.
Beredar informasi bahwa penetapan tersangka hingga penggeledahan terhadap Febrie Adriansyah dilakukan tanpa koordinasi dengan pimpinan negara. Langkah itu kemudian dinilai oleh sejumlah pihak sebagai tindakan yang memicu ketegangan di level elite dan berbuntut pada evaluasi terhadap pucuk pimpinan Polri.
Di tengah dinamika tersebut, nama Komisaris Jenderal Pol Karyoto disebut-sebut masuk dalam bursa calon Kapolri. Saat ini, Karyoto menjabat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri dan disebut mendapat dukungan dari sejumlah kalangan di sekitar lingkaran kekuasaan.
Isu itu semakin ramai setelah beredarnya kutipan yang diklaim berasal dari sumber Tempo Bocor Alus. Dalam kutipan tersebut disebutkan adanya percakapan mengenai nama Karyoto sebagai kandidat Kapolri.
“Pak Prabowo, Karyoto itu besarnya KDM loh, Pak. Oh, Karyoto. Nah, Prabowo respon, loh nanti kok jadi Kapolri? Karyoto ini kerjanya bukan buat saya lagi, buat KDM,” demikian kutipan yang beredar.
Karyoto diketahui memiliki hubungan keluarga dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Hubungan besan itu terjalin setelah putra sulung Dedi Mulyadi, Maula Akbar, menikah dengan putri Karyoto, drg. Luthfianisa Putri Karlina.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Istana Kepresidenan maupun Mabes Polri terkait kabar evaluasi terhadap jabatan Kapolri maupun isu pergantian pimpinan Polri. Informasi yang beredar masih sebatas klaim dari sumber yang belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak-pihak terkait.





